Melihat Jejak Manusia Purba di Maros Sulsel

Gambar telapak tangan tersebut adalah milik salah satu anggota suku yang telah mengikuti ritual potong jari sebagai tanda berduka atas kematian orang terdekatnya.
picsart_03-17-11-20-37

Pernah melihat jejak manusia purba? Jika belum, ada baiknya Anda mengunjungi Taman Prasejarah Leang-Leang, yang ada di di Kelurahan Kalabirang, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Leang dalam bahasa Makassar berarti gua, dengan pengulangan kata berarti gua-gua atau kawasan gua. Sebab di daerah ini terdapat banyak gua peninggalan arkeologis yang sangat unik dan menarik.

Pada tahun 1950, Van Heekeren dan Miss Heeren Palm menemukan gambar gua prasejarah (rock painting) yang berwarna merah di Gua Pettae dan Petta Kere.

Van Heekeren menemukan gambar babi rusa yang sedang meloncat yang di bagian dadanya tertancap mata anak panah, sedangkan Miss Heeren Palm menemukan gambar telapak tangan wanita dengan cat warna merah.

Gambar atau lukisan prasejarah tersebut sudah berumur sekitar 5000 tahun silam. Dari hasil penemuan arkeologi itu, mereka menduga bahwa gua tersebut telah dihuni sekitar tahun 8000-3000 sebelum Masehi.

Untuk melestarikan dan memperkenalkan gua-gua tersebut, sejak tahun 1980-an pemerintah setempat mengembangkannya menjadi tempat wisata sejarah dengan nama Taman Wisata Prasejarah Leang-Leang.

Taman Prasejarah Leang-Leang yang terletak pada deretan bukit kapur yang curam ini merupakan obyek wisata yang memiliki nilai-nilai sejarah yang sangat menarik.

Di tempat ini para pengunjung dapat menyaksikan berbagai macam peninggalan nenek moyang, seperti lukisan prasejarah berupa gambar babi rusa dan puluhan gambar telapak tangan yang melekat pada dinding-dinding gua.

Gambar-gambar yang berwarna merah marun tersebut bahan pewarnanya terbuat dari bahan alami yang sulit terhapus.

Menurut para ahli tangan, gambar telapak tangan tersebut adalah milik salah satu anggota suku yang telah mengikuti ritual potong jari sebagai tanda berduka atas kematian orang terdekatnya.

Selain itu, pengunjung juga dapat menyaksikan berbagai peralatan yang terbuat dari batu, sisa-sisa makanan berupa tulang binatang dan benda-benda laut berupa kulit kerang yang berjumlah banyak.

Di salah satu batu di mulut gua terlihat jelas kulit kerang terdapat menempel bersatu dengan batu gua itu. Para ahli memperkirakan bahwa berabad-abad lalu Kabupaten Maros merupakan lautan yang bersatu dengan Laut Jawa. Demikian, seperti dikutip Times Indonesia. (*)

Categories
Sulawesi Selatan
No Comment

Leave a Reply

*

*

RELATED BY